Minggu, 11 September 2016

REVIEW MotoGP 2016 Seri 13 San Marino: It’s Dani’s Time!!!


MotoGP


Ciao! Gue balik lagi untuk review MotoGP 2016 setelah gue skip review di seri sebelumnya karena berbagai masalah lah lah lah. Pokoknya di seri sebelumnya itu boleh gue bilang adalah balepan yang FULL OF TENSES! Sebab lo disuguhin banyak ketegangan, terutama yang dibuat oleh si Baby Alien, Marquez 93 (yang nonton seri kemaren setuju banget kan!) Dan seandainya gue nulis review seri ke-12 di Silverstone kemarin pun, mungkin akan banyak tulisan "Gila! Gila! Gila!" di post-an gue karena ya emang balapan di sirkuit kemarin itu bener-bener gila. Gokil!!!
Nah, di seri kali ini emang harinya mantan yang terbuang gue deh, Dani Pedrosa, dan meskipun Rossi nggak juara di negaranya sendiri (hiks) tapi Abang mah tetep juara di hati adek lah *Lol* yaudah ya daripada dengerin gue nanti lama-lama muntah, langsung aja yuk ke review.
Balapan diawali dengan Lorenzo sebagai pole position, diikuti Rossi dan Vinales sebagai front row. Saat balapan dimulai, posisi front row belum berubah soalnya belum dateng tuh si power ranger (hehe). Nah, awalnya sih Lorenzo dan Rossi masih adem-adem aja, tapi persaingan sengit udah mulai ditunjukkan Marquez, Dovisiozo dan Vinales. Marquez pun beberapa kali sempat ingin overtake Vinales, tapi apa daya Vinales masih bisa mempertahankan posisinya. Pebalap di belakang lagi asik balap membalap, Rossi pun memberikan kejutan untuk para makhluk hidup ciptaan Tuhan yang punya akal dan pikiran atau bisa disebut manusia yang mewarnai hampir seluruh sirkuit San Marino dengan warna kuning atau bisa disebut fans-nya Valentini Rossi (jangan bingung ya abis baca kalimat gue yang satu ini :D) dengan overtaking Lorenzo.
Nggak sebatas overtake loh saudara-saudara, tapi juga memberikan goosebumps buat yang nonton karena gaya overtake-nya doi yang hampir nempel ama Lorenzo dan bikin kita mikir "Wah, celaka duabelas kalo mepet-mepet gini caranya, bisa-bisa mereka jadian tuh! Eh salah, bisa-bisa mereka malah jatuh berdua". Tapi namanya juga penonton, kan kita nggak tau ya teknik balapan dan nggak pernah terjun langsung sebagai pebalap MotoGP (ya iyalah, kalo gue jadi pebalap, gue nggak akan duduk di depan laptop selama hampir tiga puluh menit buat bikin tulisan yang judulnya ‘Review MotoGP 2016:...’ terus melongo kayak hewan qurban yang mau dipotong besok sambil nungguin koneksi internet gue berhasil publish post-an gue di blog). Karena Rossi dan Lorenzo adalah pebalap, mereka jadilah nggak jatoh dan Rossi berhasil mendapatkan posisi pertama (untuk sementara... Eeeakkk!!! XP)
Nah, persaingan sengit antara Marquez dan Vinales, berhasil dimenangkan oleh Marquez yang akhirnya dapet posisi ketiga (untuk sementara juga... Eyakk). Vinales yang udah dibalap Marquez pun kembali dibalap Dovisiozo dan setelah itu siap-siap buat dibalap Pedrosa, dan nggak butuh waktu lama juga untuk Pedrosa ngedapetin posisi ke-5 loh!
Setelah ngebalap pebalap Suzuki itu, Pedrosa pun kembali ngedapetin posisi 4 yang sebelumnya dipegang Dovisiozo dan diem-diem mulai deketin Marquez. Gue akuin sih, sebenernya gue nggak terlalu memperhitungkan Pedrosa dan nggak nyangka juga Pedrosa bisa tampil bagus banget di seri ini karena biasanya yaa dia kan legowo aja nggak dapet podium meskipun emang finish masih di 10 teratas sih. Tapi, dengan dia nyetak record "the fastest lap" di sirkuit ini, gue tambah kagum sih ama doi. Udah cakep, keren, pebalap, stay cool, pendek pula *eh! Tapi ya itulah Dani kan membuktikan kalo manusia itu nggak ada yang sempurna (Super Sekali kan gue!)
Nah, Rossi yang aman balapan di posisi pertama selama hampir dua puluh lap juga nampaknya mesti hati-hati sama Pedrosa si kecil-kecil cabe-cabean rawit ini. Terlebih dengan cukup cepat, dia berhasil ngebalap Marquez dan Lorenzo yang berarti dia udah ada di posisi kedua dan bentar lagi besar kesempatan doi untuk ngebalap The Doctor!!! Apalagi dengan performa Pedrosa dan motornya yang lagi sama-sama hebat. Di (kalo nggak salah) lap keenam, Pedrosa mulai deket banget dengan Rossi dan hanya satu lap aja, Pedrosa pun berhasil overtake Rossi. Kelihatan kalo Rossi nggak bisa maksain motornya untuk beradu sama Pedrosa karena setelah Pedrosa dapet posisi pertama dan langsung ngegas, Rossi nggak terlalu bisa deketin jaraknya sama Pedrosa (padahal gue berharap Rossi menang kali ini. Ya apalah aku kan cuma fans yang bisanya cuma selalu berharap doang T_T). Usut punya usut, ternyata Pedrosa menggunakan soft tires sedangkan Rossi menggunakan medium. Jadi, sebenernya dibalik pebalap yang hebat, tersimpan ban yang tepat. Super lagi kan kata-kata gue?! xD 
Well, udah diduga dong siapa juara seri MotoGP kali ini? Dialah... Pebalap Honda nomor 26, Dani Pedrosa! Meskipun tetep aja yang berkibar adalah bendera kuning (etapi bukan bendera orang meninggal yes!). Jadi ya itu, walau hari ini harinya Dani Pedrosa, tapi tetep aja pestanya Valentino Rossi, kkkk. Yaudah deh, selamat buat mantan gue Dani Pedrosa udah jadi juara di sirkuit San Marino hari ini dan juga... tentunya buat abang tak sedarah gue, Valentino Rossi buat perjuangannya! 
Kita (atau lebih spesifiknya gue) akan tetep nunggu Rossi naik podium pertama di seri selanjutnya yaitu di Sirkuit Aragon, Spanyol. Karena di Itali yang juara orang Spanyol, gue berdoa aja sih semoga di Spanyol yang juara gantian orang Itali, wkwk. Ok, see you after two weeks on Aragón GP, MotoGP lovers!!!