Hari
ini race dimulai dengan hujan dan Dovizioso yang jadi pole position dengan
Rossi di urutan kedua dan Redding di urutan ketiga. Awalnya race berjalan
kurang seru (karena para pebalap juga pasti agak memelankan kecepatannya)
hingga motor bewarna silver menarik perhatian gue #cieeeee. Dia gesit banget
meskipun ujan dan gampang aja ngebalep
beberapa pebalap saat pebalap yang lain kesusahan untuk ngebalap. Saking
gesitnya, tiba-tiba aja dia udah mimpin balapan dengan overtaking Rossi yang sebelumnya mimpin. “Wow,” kata gue :D.
Ternyata nama pebalap silver itu adalah Hernandes. Yah meskipun keren, tetep
aja gue nggak mau doi ngebalep Rossi #LOL. Tapi yang bikin gue geregetan adalah
si Rossi masih belum bisa bisa dapetin posisi pertama. Rossi malah dibalep sama
pebalap lain, Dovizioso dan Petrucci. Lagi seru-serunya Dovizioso-Rossi-Petrucci
balepan, tiba-tiba dengan mudahnya posisi pertama diambil Dovizioso karena
motor Hernandes tergelincir. Buru-buru dah tuh si Hernandes ngebangunin
motornya, tapi apa daya motornya udah nggak bisa diajak balepan lagi. Jadilah
Hernandes masuk kandang.
Setelah
Hernandes, ada satu pebalap yang bikin gue gemessshhh karena dia lagi dia lagi
yang jatoh. Dialah si Iannone. Yap! Kegemesan gue muncul karena seringnya doi
jatoh, padahal menurut gue dia merupakan salah satu pebalap yang bagus loh dan
bisa lah bersama-sama Dovi meneruskan perjuangan Rossi untuk bawa nama Itali...
Masih inget kan sama GP Spanyol kemarin saat motor Iannone jatoh dan nyenggol
Lorenzo di depannya. (Mungkin
petugas yang suka bantuin pebalap yang jatoh udah bosen sama dia dan bisa jadi
kalo di GP Jerman dia jatoh, nggak ada petugas yang bantuin dia saking
bosennya, wk). Aduh…. Ian, Ian.
Nah,
di sini cuaca mulai nggak mendukung banget. Setelah beberapa lap sebelumnya
bendera peringatan dikibarkan karena hujan mulai deres, di lap ke-15 bendera
merah (Red Flag) pun dikibarkan
karena ujan udah turun dengan derasnya sampe-sampe sikuit keliatan berkabut.
So, balapan nggak mungkin dilanjutkan, dong. Maka balapan akan re-start dengan posisi terakhir yang
diraih para pebalap. Untuk leading row
ada Pet, Dovizioso dan Rossi. (Sorry, I
do not mention the rest because yap... I only focus on Rossi's matter, hehe).
Setelah
menunggu belasan menit, hujan pun mulai reda dan balapan kembali dilanjutkan.
Start kedua ini membawa berkah bagi para rider yang jatuh ataupun tidak bisa
melanjutkan balapan pada lap 13 ke atas, contohnya Iannone dan Dani Pedrosa. Race Director mengijinkan mereka untuk
mengikuti balapan kembali. What a lucky!
Lanjut
ke start yang kedua. Pada saat start, tentu aja pebalap langsung tancep gas. Di
start kedua ini, Marquez keliatan galak dan langsung ada di barisan depan,
tetapi belum mampu overtaking dua pebalap didepannya, yaitu Dovizioso dan Rossi.
Nggak disangka, setelah start kedua banyak pebalap yang jatuh mulai dari Petrucci
hingga Dovizioso. Bingung nggak tuh, padahal pas start pertama saat cuaca lagi
ujan deres nggak banyak pebalap yang jatoh (menurut gue pas lagi istirahat tadi
mereka nggak minum wedang jahe ataupun aqua, jadinya nggak focus deh).
Dan...
yang bikin gue sedih adalah setelah banyaknya pebalap yang jatoh, “The Doctor”
pun ikut jatuh T_T. Bukan Rossi namanya kalo nggak bikin orang teriak. Pas dia
jatoh pun bukan keluarga gue doang yang langsung teriak kenceng, komentator dan
para suprter pun langsung teriak. “OH, NO!!! ROSSI!!!” Begitu kiranya. Rossi
pun tetap mencoba kembali ke balapan, tapi semua kembali ke motor dan unfortunately, motornya nggak bisa
dipaksakan. Apalagi sesaat sebelumnya petugas nyuruh Rossi kembali ke kandang
dan dia tetep mau nyoba balik ke balapan. Sedihlah hati Abang Rossi dan semakin
senanglah hati si Baby Alien karena dengan jatuhnya dua pebalap di depan
Marquez, sekarang dia yang memimpin balapan. Akan tetapi, kesenangan Baby Alien
nggak bertahan lama, di belakangnya, pebalap Australia dengan kostum dan motor
yang bewarna biru, Jack Miller, ternyata juga menginginkan podium (ya iyalah,
siapa yang nggak mau -_-). Maka langsung aja, ngeng ngeng ngeng, dia berhasil
ngebalap Marquez. Awalnya Marquez keliatan mau ngambil kembali posisi pertama,
tapi karena dia pinter, dia pun cari posisi aman dan nggak mau terlalu nguber
si Miller. Lagipula kalaupun dia finish di posisi kedua, championship point yang ia dapet udah cukup untuk ngejauhin point
Rossi dan Lorenzo.
Oke,
kayaknya setelah banyak tumbal di lap sebelumnya, para pejuang yang tersisa
udah belajar dari pengalaman dan mengamankan diri mereka sendiri. Sayang juga
kalo mereka terlalu haus akan posisi terdepan dan akhirnya jatoh, kan. Maka
setelah melewati hunger games,
akhirnya para pejuang tersebut (walaupun ada juga satu dua pebalap yang
terpaksa harus merelakan posisi mereka di lap terakhir karena nggak sanggup
melanjutkan race) finish dengan riders yang mendapatkan podium adalah Miller di
posisi pertama, disusul Marquez dan Redding. Keberhasilan meraih posisi pertama
ngebuat Miller senengnya kebangetan sampe dia loncat-loncat di motornya
(ngebayangin kan gimana bisa orang loncat-loncat di motor? Jangan dibayangin.
Susah keles. Gue juga kasih hiperbola dikit
sih. Ya pokoknya si Miller gitu deh saking senengnya) Rasa seneng Miller
juga karena doi yang notabene merupakan orang Australia, bisa finish di tempat
pertama dan menobatkan dirinya menjadi orang Australia pertama yang juara
setelah terakhir adalah Casey Stoner di tahun 2012.
Yeah,
dari balapan seri ini, gue salut sama pebalap yang tersisa dan tentunya sama si
“The Lucky Guy”, Iannone, yang
beruntung banget bisa finish di posisi kelima setelah harapannya untuk dapet
point hilang di start pertama.
Selesai
deh race seri ke-8 ini. Seri selanjutnya akan diadakan di Sirkuit GP Sachsenring, Germany,
pada tanggal 17 Juli. So, see you on the next GP guys...