Minggu, 30 Oktober 2016

REVIEW MotoGP 2016 Seri 17 Sepang: Dovi on Cloud 9



 
 
I’m back!!! setelah skip review tiga seri yaitu GP MotorLand Aragón, Montegi – Jepang, dan Phillip Island – Australia, gara-gara gagal login blog T_T. Tapi meskipun ga nulis review, live race tetep ditonton dong dan pasti para GP mania setuju kalo balapan tiga seri yang lalu menegangkan semua, apalagi di Montegi saat menantikan apakah ada yang bisa membuat Marqquez nggak dapet gelar world championship.  Akan tetapi, namanya juga rejeki ya ga? Jatuhnya Rossi dan Lorenzon ngebuat Marquez akhirnya mendapatkan gelar itu bahkan saat balapan musim ini masih tersisa 4 seri lagi.

Sebelum kita ke review, gue mau menginfokan kalau ada beberapa hal yang menantang untuk para pembalap di GP Sepang ini. Selain hujan lebat yang membuat mereka harus balapan di track basah juga membuat balapan harus ditunda selama hampir setengah jam, layout dan aspal baru juga akan membuat riders merasa seperti baru pertama kali balapan. Tapi sebagai pebalap profesional, tentu tantangan tersebut nggak akan menakuti mereka sama sekali, seperti Marquez yang mengatakan kalau dia malah nggak sabar menunggu balapan di Sepang dengan beberapa perubahannya.

Balapan diawali dengan Dovizioso, Rossi, dan Lorenzo yang berada di tiga terdepan. Seneng sih gue karena di seri 16 kemarin Rossi (tetep Rossi dong ya yang gue bahas pertama, hehe) ga dapet pole position (tapi akhirnya tetep dapet posisi ketiga kok :D). Seperti biasa, hunger games dimulai ketika lampu hijau menyala dan masih banyak terjadi perpindahan posisi di lap-lap awal. Iannone yang sudah absen di dua seri sebelumnya, kembali mengobarkan semangat balapan dengan menunjukkan persaingan mempertahankan posisi pertama bersama pebalap nomor 46 yaitu Valentino Rossi. Dan menurut gue persaingan dua pebalap itu yang ngebuat MotoGP seri 17 ini seru.

Meskipun menurut gue persaingan antara dua pebalap Itali itu merupakan highlight, ternyata ada yang lebih highlight lagi yaitu performa Crutchlow saat overtake tiga pebalap hingga ia berada di posisi keempat di (sekitar) lap ke-15, terutama saat overtake Lorenzo. Entah kenapa sih… menurut gue gaya dia overtake di GP Sepang ini keren :D

Si Dovi, yang dapet pole position, ternyata nggak rela kalau dia nggak sampe dapet posisi pertama. Terbukti ia berhasil ngebalap Iannone dan berusaha untuk merebut posisi pertama yang saat itu masih diambil oleh Rossi. Dan… balapan di track basah membuat beberapa pebalap yang berada di front row harus merelakan posisinya karena tergelincir. Crutchlow, Marquez dan Iannone lah pebalap-pebalap tersebut. Nyesek kali ya kalo gue jadi mereka, apalagi si baby alien, Marquez, yang di GP Phillip Island kemarin juga terjatuh dan nggak bisa melanjutkan balapan.

Keyakinan gue kalo Rossi bakal juara di GP Sepang musim ini dipatahkan oleh kesalahan Rossi yang melebar setelah melewati tikungan lurus (padahal balapan tinggal lima lap lagi). Dovi pun nggak melewati kesempatan itu dan langsung ‘ngebut’ meninggalkan Rossi. Kesempatan itu pun akhirnya membawa si empunya pole position ini meraih gelar juara di GP Sepang, Malaysia tahun ini dan menobatkan dirinya sebagai pebalap kesembilan yang menjadi juara di MotoGP musim ini. Pebalap kesembilan yang menjadi juara itu pun membuat MotoGP membuat hashtag #DoviOnCloud9 untuk kemenangan Dovizioso, seperti judul yang gue kasih untuk review kali ini, hehe. Tiga pebalap yang finish pun tidak berubah dengan tiga pebalap di awal balapan dan dengan urutan yang nggak berubah, yaitu Dovizioso, Rossi, dan Lorenzo. Selamat untuk Dovizioso 04, si pebalap kesembilan yang berhasil menjadi juara di MotoGP 2016!

Seri selanjutnya merupakan seri terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu akan diadakan di GP Ricardo Tormo, Valencia, pada tanggal 13 November. Sampai jumpa di review MotoGP selanjutnya, GP Mania!!!