I’m
back!!! setelah skip review tiga seri yaitu GP MotorLand Aragón, Montegi – Jepang,
dan Phillip Island – Australia, gara-gara gagal login blog T_T. Tapi meskipun
ga nulis review, live race tetep
ditonton dong dan pasti para GP mania setuju kalo balapan tiga seri yang lalu
menegangkan semua, apalagi di Montegi saat menantikan apakah ada yang bisa
membuat Marqquez nggak dapet gelar world
championship. Akan tetapi, namanya
juga rejeki ya ga? Jatuhnya Rossi dan Lorenzon ngebuat Marquez akhirnya
mendapatkan gelar itu bahkan saat balapan musim ini masih tersisa 4 seri lagi.
Sebelum kita ke review, gue mau
menginfokan kalau ada beberapa hal yang menantang untuk para pembalap di GP
Sepang ini. Selain hujan lebat yang membuat mereka harus balapan di track basah juga membuat balapan harus ditunda
selama hampir setengah jam, layout
dan aspal baru juga akan membuat riders
merasa seperti baru pertama kali balapan. Tapi sebagai pebalap profesional,
tentu tantangan tersebut nggak akan menakuti mereka sama sekali, seperti Marquez
yang mengatakan kalau dia malah nggak sabar menunggu balapan di Sepang dengan
beberapa perubahannya.
Balapan diawali dengan Dovizioso, Rossi, dan Lorenzo yang berada di tiga
terdepan. Seneng sih gue karena di seri 16 kemarin Rossi (tetep Rossi dong ya
yang gue bahas pertama, hehe) ga dapet pole
position (tapi akhirnya tetep dapet posisi ketiga kok :D). Seperti biasa, hunger games dimulai ketika lampu hijau
menyala dan masih banyak terjadi perpindahan posisi di lap-lap awal. Iannone
yang sudah absen di dua seri sebelumnya, kembali mengobarkan semangat balapan
dengan menunjukkan persaingan mempertahankan posisi pertama bersama pebalap
nomor 46 yaitu Valentino Rossi. Dan
menurut gue persaingan dua pebalap itu yang ngebuat MotoGP seri 17 ini seru.
Meskipun menurut gue persaingan antara dua pebalap Itali itu merupakan highlight, ternyata ada yang lebih highlight lagi yaitu performa Crutchlow
saat overtake tiga pebalap hingga ia
berada di posisi keempat di (sekitar) lap ke-15, terutama saat overtake Lorenzo. Entah kenapa sih…
menurut gue gaya dia overtake di GP Sepang
ini keren :D
Si Dovi, yang dapet pole position, ternyata nggak rela kalau dia nggak
sampe dapet posisi pertama. Terbukti ia berhasil ngebalap Iannone dan berusaha
untuk merebut posisi pertama yang saat itu masih diambil oleh Rossi. Dan…
balapan di track basah membuat
beberapa pebalap yang berada di front row
harus merelakan posisinya karena tergelincir. Crutchlow, Marquez dan Iannone
lah pebalap-pebalap tersebut. Nyesek kali ya kalo gue jadi mereka, apalagi si
baby alien, Marquez, yang di GP Phillip Island kemarin juga terjatuh dan nggak
bisa melanjutkan balapan.
Keyakinan gue kalo Rossi bakal juara di GP Sepang musim ini dipatahkan
oleh kesalahan Rossi yang melebar setelah melewati tikungan lurus (padahal
balapan tinggal lima lap lagi). Dovi pun nggak melewati kesempatan itu dan langsung
‘ngebut’ meninggalkan Rossi. Kesempatan itu pun akhirnya membawa si empunya pole position ini meraih gelar juara di
GP Sepang, Malaysia tahun ini dan menobatkan dirinya sebagai pebalap kesembilan
yang menjadi juara di MotoGP musim ini. Pebalap kesembilan yang menjadi juara
itu pun membuat MotoGP membuat hashtag #DoviOnCloud9 untuk kemenangan
Dovizioso, seperti judul yang gue kasih untuk review kali ini, hehe. Tiga pebalap yang finish pun tidak berubah dengan tiga pebalap di awal balapan dan
dengan urutan yang nggak berubah, yaitu Dovizioso, Rossi, dan Lorenzo. Selamat
untuk Dovizioso 04, si pebalap kesembilan yang berhasil menjadi juara di MotoGP
2016!
Seri selanjutnya merupakan seri terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu
akan diadakan di GP Ricardo Tormo, Valencia, pada tanggal 13 November. Sampai
jumpa di review MotoGP selanjutnya, GP Mania!!!